2 SISI LOMBOK (LOMBOK SELATAN : TANJUNG AAN & NOVOTEL RESORT)

Bekerja sambil liburan. Siapa yang tidak tergiur dengan
situasi seperti ini, apalagi seluruh akomodasi ditanggung. Surga dunia rasanya.
4-7 Desember 2014 kemarin, saya mendapat kepercayaan untuk membantu teman-teman
dari Markom salah satu Bank Syariah untuk mengadakan workshop di Lombok. Tentunya saya tidak akan membahas mengenai apa
isi dan hasil dari workshop tetapi
kesempatan saya untuk mencicipi “kembali” sisi Utara dan Selatan
Lombok.
Garis pantai Tanjung Aan

Kembali saya mencicipi indahnya 2 sisi pulau Lombok ini
dengan lebih leluasa, yaitu Tanjung Aan di sisi Selatan dan Senggigi di sisi
Utara. 3 Tahun lalu saya sempat menyambangi 2 lokasi ini dengan sekejap mata.
Masih ingat saya berpanas-panas ria di Tanjung Aan selama 1 jam dan sekedar
singgah di Senggigi untuk menunggu jadwal penyebrangan menuju Gili. 

 

Panorama Tanjung Aan
Pantai Tanjung Aan.
Pantai yang terletak 75 Km dari pusat kota Mataram ini bisa
ditempuh dengan kendaraan bermotor dengan rute
Mataram-Cakranegara-Kediri-Praya-Batunyale-Sengkol-Rambitan-Sade-Kuta-Tanjung
Aan. Pantai yang masih relatif sepi ini memiliki keunikan sendiri dengan
butiran pasir mericanya. Ya, jika kita mengeruk sedikit ke dalam pasir, wujud
pasirnya sudah bukan bubuk melainkan bulat-bulat seperti biji merica. 
Pantai yang tenang tak berombak
Kali ini saya bisa mengeksplor lebih banyak wilayah Tanjung
Aan ini. Di bagian kiri pantai ada bukit landai yang bisa di naiki. Pemandangan
dari atas bukit sungguh menakjubkan. Lengkungan bibir pantai berwarna putih,
air laut biru terang yang berpadu dengan barisan bukit hijau mampu membuat saya
mengabaikan teriknya matahari dan pedagang souvenir yang terus merajuk untuk
dibeli dagangannya.
 

View dari atas bukit
1 Kali dalam setahun, tepatnya bulan Februari di pantai ini
akan ramai didatangi pengunjung domestik maupun luar negeri. Festival Bau Nyale,
festival “berburu” cacing yang konon katanya adalah reinkarnasi dari
Putri Mandalika yang mengakhiri hidupnya dengan loncat ke dalam laut karena
menghindari perjodohan yang tidak dikehendakinya. Sebelum melompat sang putri
sempat mengatakan “Kuta” (dibaca kute
yang artinya “aku ada di sini”) yang memberikan tanda kepada
pengikutnya jika ingin menemui sang putri, di sinilah tempatnya.  
 

Tanjung Aan yang masih sepi
Novotel Resort Kuta
Segelas teh herbal dingin menyambut saya begitu memasuki
Novotel Resort Kuta. Awalnya kami memang akan menggelar workshop di resort ini, karena mengingat kami harus bolak-balik
bandara Praya untuk menjemput peserta workshop,
akhirnya kami mengurungkan niat untuk mengadakan workshop di sini. Walaupun kami telah membatalkan untuk mengadakan
acara, pihak resort tetap dengan ramahnya menyambut kami untuk melepas lelah.
Bahkan salah satu staff Novotel
berbaik hati memberikan kami “tour
keliling resort.
Lepas lelah di Novotel Resort
The Best Resort,
rasanya tidak berlebihan kalau saya menyebut Novotel seperti itu. Memang saya
tidak sempat merasakan bermalam di sini (semoga suatu saat saya bisa bermalam
di sini), namun tour kecil yang di
berikan oleh staff Novotel memberikan saya banyak gambaran tentang Resort ini. 
Cottage di Novotel Resort
Selain kamar reguler dalam bangunan bertingkat, Novotel juga
menawarkan beberapa kelas cottage.
Yang paling istimewa adalah cottage
yang memiliki private pool. Novotel
sendiri memiliki beberapa kolam renang dengan berbagai macam ukuran.
Dikelilingi hijau dan rindangnya pepohonan, suasana yang tenang diiringi debur
ombak dan gemerisik daun, This is the
best resort.
Main Pool
Private Pool
Dengan tamu yang tidak begitu ramai, ketenangan di sini
sangat terjaga. Resort ini sangat cocok untuk menyepi dengan fasilitas yang wah. Saya yang memang menyukai suasana sepi
sepertinya bisa menemukan inner peace
di sini layaknya Kung Fu Panda :p. Namun saat festival Bau Nyale pun, Novotel
bisa dipastikan akan penuh dengan pengunjung yang menginap. Jangan khawatir, walaupun
penuh, karena Resort ini memiliki lahan yang luas ketenangan akan tetap terjaga
🙂
 

Lokasi Resort yang luas
Sisi selatan Lombok yang memukau dengan ketenangannya ini
harus segera saya tinggalkan menuju Utara Lombok. Kerjaan menanti saya untuk 3
hari kedepan. Setidaknya hamparan laut di Tanjung Aan, cerita rakyat tentang
Bau Nyale dan keramahan Novotel Resort Kuta bisa memberikan saya suntikan
semangat “Bekerja sambil Liburan” untuk 3 hari kedepan 🙂
 

Suasana yang sepi dan tenang
Mandalika Resort
Pantai Putri Nyale
Pujut Lombok Tengah
83001 LOMBOK
Tel. (+62)370/6153333
Faks. (+62)370/6153555

About the author

Enterpreneur, Travel Blogger, Instagramer, Hotel & Resto Reviewer, Fuji Film User.
8 Responses

Leave a Reply