BERJUMPA BEKANTAN MENGAWALI BERBURU UBUR-UBUR (EDISI KEPULAUAN DERAWAN)

Akhirnya saya merasakan senangnya seorang Spongebob kalau
diajak berburu ubur-ubur. Ini pertama kalinya saya menginjakan kaki di pulau
Kalimantan, impian dari 3 tahun lalu untuk nyemplung
di danau penuh ubur-ubur akhirnya kesampaian juga. Dengan paket wisata Opentrip
dari TRIPHEMAT (021-70852131). Harga
untuk perorang adalah Rp 3.800.000,- all
in,
tiket PP Jakarta-Tarakan, PP Tarakan-Derawan, Penginapan 2H1M di Sari
Cottage milik Pak Sanusi (ternyata terkenal loh beliau :p), Speedboat untuk island hopping dan termasuk konsumsi
untuk 15 anak kudanil yang makannya banyak banget.
Hutan Mangrove di Tengah Bisingnya Kota

12 September pukul 9 pagi waktu Indonesia Tengah, Kami tiba
di Bandara Juwata-Tarakan, yup dengan
Lion Air penerbangan bisa langsung menuju ke Tarakan tanpa harus transit di
Balikpapan. Kami sudah di jemput oleh 3 mobil Avanza untuk menuju ke Hutan
Mangrove Tarakan. Cukup takjub karena ada hutan di tengah kota. Bayangkan saja,
hutan seluas 21 hektar ini diapit oleh Pasar Gusher sebagai sentra ekonomi dan
Kawasan Industri. Selain itu Hutan Mangrove tengah kota ini juga memiliki
beberapa satwa seperti elang laut, monyet ekor panjang dan Bekantan (maskot
Dufan) Bahkan kami sempat melihat ular-ular kecil yang bergelung di akar pohon
bakau.

Suasana Yang Tenang
Tiket masuk Hutan Mangrove ini cukup Rp 5.000,-, dengan
waktu buka mulai jam 09.00-17.00. Kata pemandu kami, waktu terbaik untuk
mengunjungi adalah waktu pemberian makan antara jam 09.00-10.00 atau
15.00-16.00. Memasuki kawasan ini, bising kendaraan di jalan raya langsung
digantikan oleh suara gemericik air dan gesekan daun plus suara-suara satwa
disana, sangat tenang. Dengan jembatan kayu, kami menyusuri hutan mangrove
menuju ke kawasan Bekantan. 
Kawanan Bekantan Yang Pemalu
Maskot Dufan ini Terancam Punah
Hanya Bekantan Jantan Yang Memiliki Hidung Besar

Bekantan termasuk hewan yang pemalu, jadi begitu mereka tau
ada pasukan Huru Hara menghampiri, bubar jalan semua langsung naik ke atas pohon. Intinya
bukan kami yang menonton mereka, tapi mereka menonton kami sambil ngintip dari celah pepohonan. Lucu juga
baru pertama kali ini melihat Bekantan dari dekat, biasanya kita dibatasi oleh
terali kebun binatang, atau paling dekat ya saat di Dufan bisa peluk-peluk
Bekantan, itupun Bekantan palsu yang menyambut kita setiap masuk Dufan T_T.
Berbeda dengan Monyet Ekor Panjang yang lebih berani untuk mendekati
pengunjung, khusus untuk si Ekor Panjang ini malah kami yang agak sedikit ngeri karena terkenal dengan
keusilan dan pemaksaan tingkat tinggi kalau mereka melihat kita membawa kantong plastik.
 

Pelabuhan Tengkayu
Selepas dari Hutan Mangrove ini, perjalanan kami lanjutkan
ke Pelabuhan Tengkayu untuk menuju ke Pulau Derawan. Cukup 20 menit jalan darat
dari bandara menuju ke pelabuhan ini, tetapi perjalanan dengan speedboatnya memakan waktu 2-3 jam
tergantung ombak dan angin. Untuk yang tidak kuat lama di laut, bisa mengambil
rute dari Berau (pelabuhan Tanjung Batu) perjalanan darat memakan watu 2.5 jam,
dilanjut dengan speedboat selama 30
menit. 
 

Selain Tengkayu Ada Pelabuhan Tanjung Batu untuk Menuju Derawan
Perahu Sewaan Atau Perahu Penumpang Bisa Merapat Di Sini

Perjalanan 3 jam cukup membosankan, apalagi di 1 jam pertama kami
menyusuri tepian pulau Kalimantan, jadi airnya keruh kecoklatan. 2 jam
berikutnya airnya biru tua tapi yang terlihat hanya garis horizon di kejauhan.
Siapkan Antimo untuk yang suka mabuk laut, walaupun ombaknya tidak terlalu besar dan
tidak menyebabkan mabuk laut atau minimal membantu kita tidur untuk membuang
bosan (masalahnya efek kantuk antimo hanya berjalan 20 menit untuk saya sisanya mata akan kembali segar T_T). Cara
lain membuang rasa bosan adalah, siapkan cemilan sebanyak-banyaknya agar bisa terus
mengunyah selama 3 jam perjalanan :p. Selain itu tetap berpikir positif karena
3 jam perjalanan akan dibayar dengan indahnya Pulau Derawan dan pulau-pulau
lainnya :). 
Jalan Jalan Jeprat Jepret
Derawan I’m coming…… 
Peta Kepulauan Derawan

About the author

Enterpreneur, Travel Blogger, Instagramer, Hotel & Resto Reviewer, Fuji Film User.
6 Responses
  1. Renaterineth

    Ko bagus bgt ft ft di derawannya terutama maratua.. Itu triphemat udh all in berapa hari berapa malam?? Nginepnya di mana?? Kalau di maratua kamar lautnya semalem berapa ya ko?? Dr kmarenan pingin trip derawan tapi banyak org bilang udh ga sebagus dl jadi ditunda terus.. Pas liat blog ini kok masih bagus ya ������

    1. Haloo, utk harganya sdh all in itu. Nginepnya di Derawan, 2 malam. Kl di Maratua perkamar 650rban. Utk snorkling Derawan memang ud ga sebagus dulu, tapi lautnya masih jernih koq penyu juga masi banyak seliweran

Leave a Reply