LOST IN TANAH BATAK (SAMOSIR DAY 2, 21-25 AGUSTUS 2014)

DAY 2
Gereja Indah di Samosir
Hari ke 2 di Samosir kami hanya punya sedikit waktu untuk
menjelajahi pulau ini karena kami mengejar penyebrangan kembali ke Ajibata pada
pukul 09.30. Tepat jam 6 pagi, saya berkeliling di sekitar hotel. Hotel tempat
kami menginap memiliki pelataran langsung berbatasan dengan danau Toba. Entah
berapa kedalamannya, karena dipinggirnya saja, saya sudah tidak bisa melihat
kedasarnya. Seperti biasa, jika berada di dataran tinggi kami tidak bisa
berharap terlalu banyak mendapatkan momen sunrise. 

 

Panorama Danau Toba
Renang di Danau Toba
View Danau Toba
Pagi itu sedikit mendung, kekecewaan akan cuaca itu bisa digantikan dengan
tenangnya pagi, menatap danau Toba yang tenang plus kicauan burung. (ala-ala dongeng Cinderella tapi ini benar terjadi :p).
Pagi Samosir
Samosir Villa Resort
Samosir Villa Pool
Jam 7 kami beranjak keluar dari hotel. Awalnya kami
memutuskan untuk mengeksplor ke wilayah Selatan, tetapi karena jalannya semakin
lama semakin hancur, kami memutuskan untuk kembali ke wilayah Utara. Karena
waktu yang tidak banyak, kami hanya mencari spot-spot indah di pulau Samosir.
Samosir
Sore kemarin kami terburu waktu untuk mengunjungi beberapa
lokasi seperti objek wisata budaya batu kursi RajaSiallagan dan Museum Batak, sehingga kami tidak sempat menikmati
indahnya Samosir. Ternyata pulau kecil ini memiliki pemandangan alam yang
sangat indah. Karena mayoritas penduduk adalah Nasrani, jangan heran jika dalam
setiap 300-500 meter terdapat Gereja. Dari yang bentuknya megah, sampai yang
sederhana berupa rumah kecil. 1 kesamaannya, semua berlatarkan pemandangan berbukit
hijau yang indah. Beberapa lokasi bahkan terlihat tidak seperti di Indonesia.
Ada Gereja yang berdiri di tengah ladang jagung, disisi lain ada Gereja dengan
latar belakang hutan pinus .
Gereja 1
Gereja 2
Spot menarik lainnya adalah adanya air terjun tepat di
tengah pulau Samosir. Jika cuaca cukup baik, saat kita menyebrang menuju pulau
Samosir, kita dapat melihat air terjun ini membelah bukit hijau. Menurut info
yang kami dapat dari karyawan hotel, belum ada akses memadai untuk menikmati
air terjun ini dari dekat. Nama air terjun ini adalah air terjun Cinta. Jangan
mengharap adanya telaga Rangga. Karena penamaan air terjun Cinta ini bukan
terinspirasi dari drama AADC. Dalam keadaan tidak berkabut, tebing disekeliling
air terjun membentuk cerukan yang menyerupai bentuk hati, itulah kenapa
dinamakan air terjun Cinta. 

Alam Samosir
Air Terjun CInta
Jam 9, kami standby
di Pelabuhan Tomok untuk kembali ke Ajibata, sekedar saran untuk yang mau
melakukan penyebrangan, jangan sampai tertinggal jadwal penyebrangan, karena
kita harus menunggu rute selanjutnya dengan jeda hampir 3 jam. Daripada kita
membuang waktu, lebih baik datang 30 menit lebih awal untuk mengantri di loket.
Untuk penyebrangan fery yang bisa mengangkut kendaraan sekaligus hanya ada di
Ajibata ini, untuk pelabuhan Tiga Raja hanya khusus penumpang, yang jelas rute
penyebrangan disini lebih banyak dan lebih cepat karena kapalnya tidak sebesar
Fery Toba.
Jadwal Penyebrangan Ajibata-Tomok
 Jujur saya cukup bangga bisa mengunjungi Samosir, selain
viewnya yang super indah, ternyata banyak juga teman-teman berdarah Batak yang
tercengang “ngapain lu ke Samosir,
gw aja belum pernah
” dan memang, sewaktu saya di sana, mayoritas
pengunjung adalah wisatawan asing, dari Malaysia, Singapur, Jepang atau
negara-negara Eropa. 
Adventure is Out There
Selamat tinggal Samosir, maaf waktuku tak banyak untuk
mengeksplor ke indahan-mu.
About the author

Enterpreneur, Travel Blogger, Instagramer, Hotel & Resto Reviewer, Fuji Film User.

Leave a Reply