LOST IN TANAH DELI (TJONG A FIE MANSION, MEDAN DAY 3, 21-25 AGUSTUS 2014)

Tjong A Fie. Dimaklumi jika kita yang tinggal di luar kota
Medan tidak begitu familiar dengan nama tokoh tersebut. Singkatnya, Tjong A Fie
dan kota Medan adalah “Cerita Sejarah” yang tidak dapat dipisahkan.
Beliau dihormati di Kota Medan bukan hanya karena harta, tetapi kepintaran,
pergaulan dan sifat dermawannya yang banyak memberikan sumbangsih kepada
masyarakat dan pembangunan kota Medan.
Tjong A Fie Mansion

Tjong A Fie dilahirkan pada tahun 1860 di desa Sungkow
daerah Moyan, Tiongkok. Pada usia 18 tahun beliau merantau ke Hindia Belanda
hanya dengan 10 perak uang Manchu (entah berapa jika dikurskan dengan mata uang
jaman sekarang, tapi saya yakin pasti jumlahnya sedikit). Karena sosoknya yang
ulet, tangguh, jujur dan mudah bergaul, beliau “terkenal” bukan hanya
di masyarakat Tionghoa tetapi juga di kalangan masyarakat India, Melayu, Arab,
dan Meneer-Meneer Belanda. Di Kota Medan pula, Tjong A Fie memiliki kedekatan
dengan Sultan Deli yang mengangkat beliau sebagai orang kepercayaan dalam
menangani urusan bisnis.
Di kota Medan, Tjong A Fie berhasil membangun usaha
perkebunan sawit, pabrik gula, dan perusahaan kereta api yang menyerap ribuan
tenaga kerja. Sepertinya tokoh seperti Tjong A Fie ini sangat dibutuhkan di
saat sekarang, yang lebih mementingkan rakyat daripada menggelembungkan kantong
sendiri.
Tampak Muka
Tanggal 18 Juni 2009, memperingati 150 tahun wafatnya
beliau,  Tjong A Fie Mansion dibuka untuk
umum sebagai usaha untuk melestarikan sejarah. Saat ini Mansion tersebut masih
dihuni oleh keluarga dari Tjong A Fie, jadi memang di beberapa lokasi tidak
dibuka untuk umum. Tidak usah takut tersesat salah masuk ke kamar yang masih di
huni, karena jika masuk ke Mansion ini harus menggunakan jasa pemandu. Dengan
harga Rp 50.000,-, saya rasa wajar dengan pengetahuan sejarah dan mengingat
tidak mudahnya merawat benda-benda dari jaman dahulu. Sekedar info, SLR dan
video camera tidak diijinkan untuk masuk ke dalam, harus menggunakan izin
khusus untuk mengambil gambar dengan gadget profesional. Untungnya saya sudah
beralih ke SAMSUNG NX MINI yang berukuran kecil namun hasilnya setara SLR
(Iklan berharap di endorse oleh
Samsung)
Vintage
Memasuki Tjong A Fie Mansion, serasa masuk ke dalam mesin
waktu. Kita ditarik mundur ke tahun 1900-an. Semua furniture yang ada disini
adalah asli peninggalan dari keluarga Tjong A Fie terdahulu. Bangunan berbentuk
simetris ini (adaptasi dari Tionghoa) memiliki campuran beberapa budaya seperti
Tionghoa , Melayu (dengan warna kuning) dan Eropa (adanya ballroom dansa di lantai 2)
Foto Tjong A Fie di Ruang Musik
Keunikan Mansion ini adalah memiliki 4 ruang tamu. Pertama
adalah Dutch Lounge Room untuk
menyambut Mr n Mrs Bule. Kedua adalah Deli Lounge Room (terdengar seperti cafe mahal ya?),
tempat menyambut Sultan Deli Makmun Al Rasjid. Yang ketiga untuk menerima
orang-orang Tionghoa. Sedangkan ruang tamu keempat sebagai  Ruang Tamu Utama untuk menerima masyarakat
umum.
 

Dutch Lounge Room
Ruang Tamu Utama
Selain  dapur, ruang
makan keluarga, ruang keluarga, kamar anak, Kamar Utama Tjong A Fie pun bisa
kita singgahi, selain sebagai ruang istirahat juga digunakan sebagai tempat
kerja beliau. Memang agak sedikit spooky
dengan pencahayaan remang kekuningan, tapi justru unsur mistis itu pula yang
kadang menarik pengunjung. Daerah yang tidak boleh kita dokumentasikan adalah
pada bagian Altar, dilantai 1 dan lantai 2 sama-sama memiliki altar untuk
sembahyang kepada leluhur, baiknya kita hormati peraturan ini daripada ada
arwah leluhur yang minta “ikut” jalan-jalan sama kita, repot kan??

 
Kamar Tidur Utama
 

Ruang Makan

 

Menuju Lantai 2
Ballroom Lantai 2

Vie Lantai 2 ke Arah Altar
Mansion Tjong A Fie ini menjadi 1 kesatuan wisata sejarah
yang wajib dikunjungi di Kota Medan, selain Istana Maimun dan Masjid Raya Al Mahsun. Karena nyatanya memang 3 bangunan
bersejarah ini saling berkaitan dan memegang peranan penting dalam sejarah kota
Medan.
Sudut Usang

About the author

Enterpreneur, Travel Blogger, Instagramer, Hotel & Resto Reviewer, Fuji Film User.
2 Responses

Leave a Reply