PETUALANGAN BARU DI CILETUH : CURUG PUNCAK MANIK (9-10 AGUSTUS 2014)

Rangkaian perjalanan berikutnya yang kami “skip” Curug Puncak Manik, Curug terakhir dari aliran sungai Ciletuh dan kabaranya Curug paling indah di antara 2 sebelumnya. Kami sudah diperingatkan bahwa perjalanan ke Puncak Manik 3x lebih sulit dari Curug tengah…..daripada saya pingsan beneran, lebih baik mengalah dengan kondisi alam dan kondisi badan yang sudah tidak mendukung. Beruntungnya saya, pengurus PAPSI memperbolehkan saya memposting foto-foto dokumentasi milik PAPSI untuk keperluan liputan blog saya :).

Puncak Manik

Menuju ke Puncak Manik harus melewati hutan dan katanya, karena belum banyak di kunjungi jadi aura mistisnya masih kencang banget disini. Selain itu, Puncak Manik juga masih terbilang asri karena letaknya yang jauh (tidak deket sawah yang sering di lewati orang). Semoga suatu saat nanti bisa melihat Curug ini dengan akses yang sudah bagus :).
Kalau melihat foto-foto PAPSI, sedikit menyesal juga karena ternyata memang Curug ini lebih berkarakter dibanding curug sebelumnya. Curug dengan ketinggian 100 meter ini memiliki 2 undakan. Sebelum jatuh dari puncaknya, air terjun ini menimpa ke kolam kecil sebelum akhirnya jatuh kembali ke aliran sungai Ciletuh di bawahnya. Selain itu, tebing batu di Puncak Manik masih dipenuhi tanaman-tanaman hijau, berbeda dengan Curug Awang atau Tengah dimana tebingnya hanya berupa tebing batuan berwarna merah kecoklatan.

Puncak Manik

Menurut sejarah, Puncak Manik ini sempat dijadikan tempat persembunyian sewaktu terjadinya Babad (perang) Cirebon. Secara mitos, kenapa di namakan Puncak Manik, kabarnya dulu tempat ini digunakan untuk menimbun harta karun,sehingga lokasi ini terlihat berkilauan seperti manik-manik. Boleh dipercaya boleh tidak, beberapa penduduk lokal masih menemukan batu-batu cincin di daerah sini.

Puncak Manik

Keunikan Curug Puncak Manik lainnya, karena berada di posisi terbawah di aliran Ciletuh, jika kita berada di bagian atas Curug Puncak Manik, katanya kita bisa melihat dari kejauhan susunan Curug Tengah diikuti Curug Awang…hmmmm semakin penasaran dengan Puncak Manik ini.

Puncak Manik

Jujur kami berharap suatu hari nanti, Curug ini bisa  diakses dengan mudah oleh wisatawan, tanpa mengorbankan keadaan lingkungan sekitar. Biarlah Puncak Manik tetap memiliki aura mistis, biarlah Puncak Manik tetap asri, biarlah Puncak Manik tetap berkilau 

(Semua foto adalah dokumentasi milik PAPSI-Taufik)

Rute Perjalanan Menuju Curug-Curug

Sekretariat PAPSI :
Jl. Raya Tamanjaya No. 09 Rt. 001/Rw. 001
Desa Tamanjaya Kecamatan Ciemas
Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat 43177

Phone : 081323341341
Email : papsi.rizoid@gmail.com

http://www.papsiciletuh.blogspot.com/facebook.com/papsiciletuh

About the author

Enterpreneur, Travel Blogger, Instagramer, Hotel & Resto Reviewer, Fuji Film User.
6 Responses

Leave a Reply