PETUALANGAN BARU DI CILETUH : CURUG SODONG & PANENJOAN (9-10 AGUSTUS 2014)

Lokasi Terakhir yang kami
kunjungi dalam rangkaian menjelajah Ciletuh adalah Curug Sodong alias Curug
Cikanteh alias Curug Kembar alias Curug Penganten. Dari Palangpang memakan
waktu sekitar 20 menit untuk menuju ke Curug ini. Untuk aksesnya sudah lumayan
baik dengan jalan beraspal dan pemandangan sawah yang membuat segar mata. Mungkin bisa dikatakan lukisan anak-anak SD berupa 2 gunung kembar, jalan berliku, sawah dan rumah terinspirasi dari pemandangan seperti ini, bahkan di sini lebih lengkap dengan adanya penampakan Curug Cikanteh di kejauhan.
 

Lukisan Alam

Jika
dilihat dari kejauhan, puncak curug ini memiliki 1 aliran sebelum jatuh ke
undakan pertama dan akhirnya jatuh menjadi 2 bagian curug ke kolam dibawahnya. Curug
teratas dinamakan Curug Cikanteh, curug ke 2 agak sulit terlihat karena
terhalang pepohonan adalah curug Ngelay, yang terakhir dengan 2 aliran curug
adalah Curug Sodong atau Kembar atau sering di rangkum menjadi 1 curug yaitu
curug Cikanteh
Cikanteh di Kejauhan
Cikanteh-Ngelay-Sodong
Curug Sodong bisa dikategorikan
sebagai curug termudah untuk dikunjungi, untuk pengunjung bisa memarkirkan
kendaraannya tepat menghadap Curug Sodong ini. Setelah parkir, hanya dibutuhkan
waktu 5 menit berjalan kaki untuk merasakan sejuknya Curug Sodong. Mungkin ini
adalah satu-satunya Curug (dari beberapa curug yang kami kunjungi) yang airnya
bisa digunakan untuk mandi karena tidak keruh coklat seperti yang lainnya.
2 Aliran Curug Sodong
Curug Sodong
Karena keadaan air yang bersih ini pula, lokasi curug ini sering dijadikan
lokasi untuk camping. Sayangnya
(lagi-lagi penyakit turis lokal) lokasi ini menjadi kurang steril, banyak
terlihat bungkus-bungkus makanan berserakan di dekat lokasi kemah. Sayang
sekali kalau kita diberikan alam indah tapi tidak bisa dijaga, mungkin harus
malu pula dengan julukan Mapala, Mahasiswa Pecinta Alam tetapi tidak bisa sayang
sama alam.
Curug Kembar
Biarpun curug Sodong ini bisa
digunakan untuk mandi, pengunjung tetap diharapkan untuk berhati-hati. Curug
indah yang airnya sejuk ini ternyata satu-satunya curug yang pernah memakan
korban jiwa. Sepasang remaja pernah tenggelam saat berenang di kolam ini. Kontur
tanah didasar kolam yang tidak landai, ditambah derasnya curug membuat orang
sulit untuk berenang kembali ke permukaan.
Derasnya Curug Sodong
Kawasan Ciletuh layak
dikategorikan “Supermarket”nya wisata alam. Puluhan Curug, Interaksi
dengan warga lokal yang ramah, pantai, hingga dataran tinggi semua tersedia
disini.Selain memiliki Puncak Darma, Ciletuh juga memiliki Bukit Panenjoan yang memiliki view tidak kalah indah. Jika langit cerah, dari Panenjoan ini kita bisa meilhat Teluk Ciletuh dengan lengkungan tapal kudanya, dan juga bisa menyaksikan indahnya sunset tanpa was-was ditemani jeung kunti 🙂
Panorama Panenjoan
Dari Atas Panenjoan

Semoga teman-teman dari PAPSI terus semangat untuk memajukan wisata di
kawasan ini. Saat ini hanya sebagian kecil dari potensi wisata yang bisa kita
kunjungi, semoga beberapa tahun kedepan dengan perbaikan infrastruktur, lokasi snorkling dan diving di Pulau Kunti bisa segera terwujud, puluhan curug yang
masih terisolir bisa segera dinikmati. Yang terpenting adalah, jika Ciletuh
semakin “naik daun” semoga pengunjung bisa tetap menjaga kebersihan
dan keindahan Ciletuh, supaya status “Geopark di Sukabumi” bisa tetap
dan terus terjaga.
Adventure is Out There
Rute Menuju Curug Sodong

Sekretariat PAPSI :

Jl. Raya Tamanjaya No. 09 Rt. 001/Rw. 001
Desa Tamanjaya Kecamatan Ciemas
Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat 43177

Phone : 081323341341
Email : papsi.rizoid@gmail.com

http://www.papsiciletuh.blogspot.com/
facebook.com/papsiciletuh

About the author

Enterpreneur, Travel Blogger, Instagramer, Hotel & Resto Reviewer, Fuji Film User.

Leave a Reply