UJUNG GENTENG Longweekend di Selatan Jawa 29 Maret-1 April

Kalo di liat di Peta nih, lokasinya Ujung Genteng itu kaya
bentuknya usus buntu alias apendix, kecil,
nyempil. Sama kaya Ujung Genteng ini, nyempil di ujung selatannya Jawa Barat.
Biarpun nyempil, Ujung Genteng punya potensi wisata alam yang banyak, mulai
dari pantai, sungai, curug sampe tempat pembuatan gula aren. 
Ujung Genteng
Masih masuk dalam wilayah Sukabumi, dalam rangkaian
perjalanan ngubek2 Selatannya Jawa Barat, setelah sebelumnya sempet singgah ke
Curug Cikaso dan Cigangsa http://www.cool4myeyes.com/2014/04/kota-curug-cikaso-dan-cigangsa.html, balik ke arah Surade tinggal lurus aja
ngikutin petunjuk jalan ke arah Ujung Genteng. Sepanjang perjalanan menuju ke
Ujung Genteng, banyak banget perkebunan kelapa yang nira-nya disadap untuk di
buat gula merah, jadi kalo lewat wilayah ini, bukalah jendela mobil, hirup tuh
udaranya, harum dan manis gula merah yang lagi dimasak itu kecium banget. 
Penyadap Nira
Perjalanan sekitar 40 menit, ketemu lah dengan rudal besar disebelah kiri jalan
(wilayah Ujung Genteng juga dijadiin pangkalan AU). Sebelum melewati gapura
ber-rudal itu, kita langsung belok kanan (jalannya kecil dan agak rusak) menuju
ke penginapan Pondok Adi. Dengan harga Rp.600.000,- per cottage, 2 kamar tidur ber-AC (super dingin), kamar mandi yang
bersih dan dapur dengan alat masak, kayaknya cukup sebanding dengan harga yang
ditawarkan. Di sepanjang bibir pantai ini banyak banget penginapan2, tinggal
pilih aja sesuai budget.
Selesai unpacking, setelah
nego dengan salah satu pengurus penginapan, akhirnya kita deal sewa ojek untuk anter kita keliling beberapa pantai di Ujung
Genteng. Dengan harga Rp 80.000,- berangkat lah kita keliling2 Ujung Genteng
:p. Melihat kondisi jalan, kayanya emang mendingan sewa ojek plus abang ojeknya
deh hehehe
Kondisi Jalan Berlumpur
Cipanarikan
Tujuan pertama dan paling jauh (+/- 30 menit dari Pondok
Adi), medannya juga susah karena jalanannya berlumpur. Beberapa pengunjung yang
bawa motor sendiri, kakinya langsung pada cemong, dekil, kumel, jeblos ke
kubangan lumpur hihihi. Setelah agak2 off
road,
harus dilanjut lagi dengan jalan kaki, sedikit masuk menembus hutan
sekitar 10 menit. 
Muara Cipanarikan
Cipanarikan
Tiba di Pantai ini, rasanya kaya ngeliat karpet luas,
pasirnya putih halus masih bersih banget (jangan sampe dikotorin sama sampah
dari pengunjung ya) Pantai Cipanarikan merupakan muara dari sungai Cipanarikan
yang ngalir ke laut, jadinya di sisi kanan pantai kita masih bisa liat tuh
aliran sungainya menuju ke laut. Keren lah pokoknya 😀 
Pangumbahan
Di Pantai ini, kita bisa liat Penyu bertelur dan pelepasan
anak penyu (tukik). Untuk melihat pelepasan tukik, biasanya sekitar jam 5-6
sore, jadi jam2 segitu udah nongkrong deh. Harga tiket masuk ke pantai ini Rp.
10.000,-/orang. Buat yang mau liat penyu bertelur kudu kesini subuh2 dengan
harga tiket Rp. 150.000,-/org *garuk2 kepala @_@. 
Pangumbahan
Pantai Pangumbahan
Tukik
Pantai Pangumbahan ini jenisnya hampir mirip kaya
Cipanarikan, pasir putih luas, cuma karena jarak pantai yang lebih dekat dengan
penginapan jadinya pantai ini nga sebersih Cipanarikan.
Cibuaya
Diperjalanan pulang ke Pondok Adi, kita sempet mampir di 1
pantai lagi, yaitu Cibuaya. Pantai ini agak beda dengan 2 pantai sebelumnya.
Pasir disini agak kasar kaya pecahan2 karang kecil2 gitu. Trus pantainya juga
bukan pantai landai berpasir, tapi banyak batu2 karang di bibir pantainya.
(sayang banget sore itu agak mendung di Cibuaya). 
Mendung di Cibuaya
Beruntung sorenya masih bisa
nikmatin sunset dikit di sepanjang pantai Ujung Genteng hehehe.
Sunset Ujung Genteng
Sunset Ujung Genteng 2
Untuk makan malam, ga seru kalo udah di pinggir pantai tapi
ga makan seafood.  Jalan ke arah Timur, hampir ke ujung pulau
deket ke Taman Nasional Ujung Genteng, ada pelelangan ikan. Pinter2 milih dan nawar
lah disini, harganya berkisar 20-40 ribu per kilo mulai dari ikan, cumi dan
udang. Untuk mengolahnya di sekitar TPI ada resto2 yang bisa ngolahin di bakar
atau di goreng, harganya Rp. 24.000,-/kilo. Karena kita nginep di Pondok Adi,
mereka juga menyediakan fasilitas bakar atau goreng ini, harganya lebih murah
sekitar 15-20 ribu/ kilo sudah plus sambel. Sedikit saran, kalo mau minta
masakin sama pihak peninapan, kasihlah spare waktu 1-2 jam, jadi kalo mau makan
jam 8 malem, Sebelum cacing2 lu mengganas, jam 6 udah dikasih deh tuh
bahan2nya. Karena mbludaknya penghuni penginapan, biasanya utk masak akan butuh
waktu lama. 
Taman Nasional Ujung Genteng
Besok paginya, karena mau liat sunrise, pergilah kita ke Taman Nasional Ujung Genteng deket TPI
itu. Untuk masuk dikenakan biaya Rp. 20.000,-/mobil. Jalan masuknya mirip2
dengan Baluran, beberapa kali biawak besar juga melintas didepan mobil. Taman
Nasional ini letaknya persis di ujung selatannya Jawa Barat, yang bentuknya
kayak usus buntu itu. Ga pernah kebayang yah main sampe ke ujungnya pulau
hehehe. 
Sunrise
Sunrise 2
Suasana di ujung selatan Jawa Barat ini lebih sepi dan tenang, karena
emang agak jauh dari penginapan2 itu, dan juga karena bayar tiketnya itu juga,
jarang ada orang mau kesini.
Mini Tanah Lot (Amanda Ratu)
Lokasi terakhir yang kita kunjungi ini agak jauh dari
wilayah pantai2 sebelumnya, jadi waktu arah balik, ngelewatin kebun2 kelapa
itu, disebelah kanan jalan ada petunjuk tuh villa Amanda Ratu. Entah kenapa
villa ini terbengkalai, waktu kita coba telpon sih katanya lagi perbaikan, tapi
koq ga ada tanda2 diperbaiki juga itu bangunan villa. 
Amanda Ratu
Malah menurut info yang
didapet di Internet, katanya sih villa yang terletak di tengah perkebunan
kelapa ini di tinggalin gitu aja sama pemilik karena terkait sengketa lahan
dengan lahan perkebunan kelapa itu, ga tau deh yang mana yang bener, tapi kl
diliat dari “bangkai”nya, Amanda Ratu ini termasuk penginapan
berkualitas deh.
Mini Tanah Lot
Mini Tanah Lot 2
Mini Tanah Lot 3
Trus, di Amanada Ratu ini ada satu spot menarik, disebutnya
sih Mini Tanah Lot sama warga sekitar, karena bentuknya emang mirip sama Tanah
Lot (kayanya Tanah Lot sekarang ada dimana2 yah zzzz) 
Selesai deh ngubek2 usus buntunya si pulau Jawa Bagian
Barat, dengan rute Jakarta-Bogor-Cijeruk-Sukabumi-Cikidang-Pelabuhan ratu-Kiara
Dua-Jampang Kulon-Surade-Ujung Genteng (kalo nonstop mungkin meakan waktu sekitar 8-9 jam), banyak banget hal2 unik dan baru yang
kita temuin sepanjang perjalanan. Mulai dari (maaf) orang gila yang banyak
banget di daerah Sukabumi (kenapa yah?), ketemu curug kering di Cigangsa,
ketemu curug baru di Jampang Kulon, sampe ada yang pup di pinggir pantai
ditimbun pasir nyahahahaha.
Adventure is Out There
Sekedar saran, kalo mau ke sana jangan pas Long Weekend yah, penuh jubel dah, ga
terlalu nyaman buat hunting photo hihihi. Buat penginapan, coba aja Pondok Adi,
cukup rekomen koq, bisa masak sendiri karena ada dapur itu, nih kontak Pak
Adinya 0818101159. Jaga barang2 pribadi kita, namanya tempat wisata, apalagi
kalo lagi bejubel penuh, gak ada salahnya lebih waspada sama barang bawaan kita
sendiri.  Buat yang bawa kendaraan
pribadi, karena jalanan banyak yang rusak, pastikan kondisi kendaraan prima,
mulai dari mesin sampe ban (gak mau kan mogok ditengah utan). Isilah bensin
full (dari Surade) karena di Ujung Genteng ga ada SPBU coy hehehe.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~See u soon in next trip ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
About the author

Enterpreneur, Travel Blogger, Instagramer, Hotel & Resto Reviewer, Fuji Film User.
12 Responses
  1. ooh agak jauh ya, kesana kalau naik mobil bisa sampai mana paling dekat dan aman untuk parkir mobilnya ya kira2 ? kalo boleh saya kontak mas bro via bbm untuk tanya2 pas mas bro kesana ? kalo boleh ini pin saya 7F8AB054, trims 😀

Leave a Reply