Terkadang malah saya lebih menyenangi hotel yang lebih “senior” dari segi usia. Seperti Ibis Arcadia yang mementingkan kenyamanan tamu saat
check in. Bintang 3 bukan berarti mengesampingkan kenyamanan tamu, Ibis Arcadia menyiapkan sofa untuk menunggu ataupun untuk menerima tamu yang nyaman. Terbukti 2 malam saya di sini, “ruang tamu” Ibis Arcadia ini selalu terisi tamu yang enggan menerima tamu di kamar, ataupun para pebisnis yang menerima koleganya di area ini. Sebagai hotel yang lebih menitikberatkan ke pasar
business travel, Ibis Arcadia juga memiliki 2
meeting room. 1
meeting room kecil tepat di samping “ruang tamu” serta 1
meeting room yang bisa menampung hingga 40 orang.
|
| Nyaman untuk menerima tamu |
Selepas meja resepsionis, karena saya menginap masih dalam suasana natal, ada hiasan pohon natal lengkap dengan santa claus yang membuat area lobby menjadi ceria. Bahkan disediakan 1 bangku untuk tamu yang ingin berfoto dengan latar pohon natal bersalju.
Masih di area yang sama juga terdapat 1 ruangan untuk business center. Saya suka dengan konsep ruangan tertutup untuk business center. Di dalamnya terdapat 2 unit komputer dengan meja dan kursi yang nyaman untuk bekerja. Jika suasana lobby sedang ramai, pengguna business center bisa menutup pintu ruangan agar bisa tetap bekerja dengan tenang.
|
| Area lobby yang cukup lapang |
Melewati
Business Center, di ujung Ibis Arcadia terdapat restoran yang difungsikan untuk makan pagi dan melayani pemesanan makan siang serta makan malam. secara pembagian, restorannya sendiri terbagi menjadi 3 ruang, ruang makan
indoor, area bar dan
outdoor area. Ruang makan
indoor dan bar didominasi warna merah dan hitam sedangkan
outdoor area didominasi warna hijau dari
vertical garden dan permainan lampu berwarna hijau di area kolam ikan. Saya suka dengan suasana di
outdoor area saat malam, suasananya sangat tenang dengan bunyi air mancur, tak terasa sedang berada di pusat kota Jakarta.
|
| Didominasi hitam, merah dan putih |
Makan pagi disini, bisa dinikmati dari pukul 6 pagi. Menu yang disajikan cukup beragam dari salad,
cereal, bubur, kue-kue kecil,
pastries dan beberapa pilihan menu utama lokal ataupun
western style seperti sosis, kentang dan sup kacang merah. Untuk bintang 3, menurut saya menu sarapan di Ibis Arcadia cukup lengkap dengan banyak varian.
Untuk makan siang dan malam karena kadung nyaman dengan suasana hotel saya pun memesan makanan di restorannya. Saya rekomendasikan Sup Buntut dengan porsi daging yang sangat banyak. Dagingnya pun empuk dan mudah untuk dilepas dari tulang. Menu western yang saya rekomendasikan adalah burgernya. Roti dan pattynya benar-benar tebal dengan isian sayuran yang banyak. Burgernya juga disajikan dengan kentang goreng yang renyah.
|
| Menu andalan Ibis Arcadia |
|
| Pisang goreng sebagai menu penutup |
Room
Buat saya, nilai lebih dari Ibis Arcadia adalah dari segi ukuran kamar yang lebih luas dibanding Ibis (merah) lainnya. Selain itu, Ibis Arcadia juga memiliki 5 tipe kamar yang tidak dimiliki Ibis merah lainnya, Standar, Superior, Exevutive, Delexue dan Suite. Menurut saya, bahkan kamar standarnya pun memiliki ukuran yang lebih besar di antara kamar dari Ibis Merah lainnya. Saya sendiri menempati kamar Superior. Untuk ukuran memang tak berbeda dengan kamar Standar, bedanya hanya tersedia
water kettle di kamar Superior. Namun menurut salah satu
staff di Ibis Arcadia, kedepannya di semua tipe kamar akan disediakan
coffee maker.
|
| Dilengkapi dengan bathtub |
|
| Area kerja di deluxe room |
Kamar di Ibis Arcadia di dominasi oleh warna kayu dan putih dengan lantai berparket. Selera pribadi saja, saya lebih senang dengan lantai berparket dibanding dengan ubin biasa karena parket mampu meredam dingin di kaki saat berjalan di area kamar.
|
| Cukup luas untuk tipe standar dan superior |
Saya suka dengan penempatan lemari dengan rak-rak di samping kamar mandi. Sangat berguna bagi tamu yang memiliki banyak bawaan atau untuk meletakkan jam tangan, dompet, kartu kunci kamar sehingga tak terselip dengan barang lain. Menempel pada sisi jendela terdapat meja panjang yang bisa difungsikan sebagai area kerja juga. Tepat di sebelahnya ada sofa kecil untuk bersantai atau meletakan barang bawaan. Area kamar mandi berukuran cukup nyaman, tak terlalu sempit. Untuk
amenitiesnya pun terbilang lengkap bagi hotel berbintang 3. Secara keseluruhan saya suka dengan kamar Ibis Arcadia dengan ukurannya yang luas, pemilihan lantai parket, furnitur yang minimalis dan pemilihan warna yang “adem” dipandang mata.
|
| Pemilihan warna yang adem |
Saya rasa Ibis Arcadia sangat tepat sebagai alternatif untuk mengisi weekend getaway tanpa harus keluar kota. Servisnya memuaskan, harga ramah kantong, lokasi yang strategis dekat dengan pusat perbelanjaan seperti Mall Tanah Abang, Sarinah, hingga Grand Indonesia dan Plaza Indonesia. Bagi yang senang kuliner pun hanya perlu berjalan kaki tak lebih dari 5 menit untuk mencapai pusat kuliner di Jalan Sabang.
|
| Jalan-Jalan Jeprat-Jepret |
IBIS JAKARTA ARCADIA
Jl. KH. Wahid Hasyim No.114, Jakarta Pusat
Phone: (021) 2300050
Instagram @ibisarcadia