Ipienk House, Pulang ke “Rumah” Senyaman Hotel Berbintang

Sepertinya tak pernah jenuh untuk berulang kali menelusuri jalan-jalan di Kota Gudeg. Melintasi gang-gang kecil bersisian dengan tembok putih Keraton. Menikmati wajah Malioboro yang semakin kehilangan identitasnya… tapi Jogjakarta secara keseluruhan punya sihirnya sendiri dalam menebarkan rindu untuk kembali

Menghindari keramaian yang luar biasa di kala peringatan Waisak kemarin, demi melepas rindu pada Jogjakarta saya memilih menjauhi hotel-hotel di pusat keramaian. Tak akan ada bedanya dengan Jakarta pikir saya jika harus menetap di wilayah keramaian. Menjamurnya guest house bisa menjadi pilihan untuk menikmati Jogja seutuhnya. Letaknya yang umumnya berada bukan di pusat keramaian setidaknya masih bisa menyisakan rasa “Jogja” yang penuh senyum dan ramah. Pilihan saya jatuh kepada Ipienk House. Rumah bergaya kolonial Belanda yang bersisian dengan rumah warga. Bangunan putih tak berpagar menjadikannya mudah ditemui di jalan Bausasran.

Tampak muka
Tampak muka
Ipienk House
Ipienk House
Hampir pukul 21.00 saat saya tiba di Ipienk House, cahaya kuning berpendar hangat menghapus lelah saya setelah mengalami penundaan penerbangan hampir 3 jam dari jadwal yang seharusnya. Senyum ramah staff yang dengan sigap membantu menurunkan barang bawaan juga membantu menceriakan kembali malam saya.

Welcome To Ipienk House : Lobby

Lampu kristal gantung nan besar menyambut di tengah lobby, lengkap dengan karangan bunga. Sejak menginjak lobby saya sudah yakin jika saya tidak salah pilih menetap di Ipienk House. Terlihat betul jika penataan, furnitur hingga ornamen-ornamennya dipilih dengan sangat detail. Penempatan sofa di kanan dan kiri lobby, 3 buah candle holder serta lemari untuk menyimpan kunci tamu terlihat serasi, tidak berlebihan namun kesan mewah sangat terasa.

Proses check in berlangsung sangat cepat, salah seorang staff langsung memandu saya untuk menuju kamar. Di sisi kanan lobby melewati pintu gebyok yang terbuka lebar adalah area ruang tengah Ipienk House yang dikelilingi 5 kamar. Sirna sudah lelah saya menatap ruang tengah yang sangat nyaman, sejuk walaupun tak berpendingin ruangan. Tak sabar rasanya menengok kamar saya.

Sleep Tight & Sweet Dream : Room

Ipienk House memiliki 7 kamar dengan kelas berbeda-beda. Teratas adalah Magnificent disusul Splendour, lalu 3 kamar dengan tipe yang sama, yaitu Essence, Indulgence dan Pampered. Disusul 2 kamar terakhir dengan nama Comfort dan Stylish. Ke 7 kamar ini didesign dengan interior yang berbeda satu sama lain. Penggunaan furnitur, aksesoris bahkan wallpaper dinding berbeda antara 1 kamar dengan kamar yang lain. Bahkan kamar di kelas yang sama seperti Essence, Indulgence dan Pampered memiliki suasana yang berbeda satu sama lain, pun dengan Comfort dan Stylish.
Magnificent
Magnificent
Kamar favorit di Ipienk House, dengan ukuran kamar terluas pastinya adalah tipe Magnificent. Kasur besar lengkap dengan kelambu menjadi pusat dari kamar ini. Bersisian dengan kasur, kursi malas yang sangat nyaman untuk membaca buku atau nonton tv. Tersedia pula lemari kecil berisi mini bar, teh, snacks dan minuman ringan. Ini semua sudah menjadi komplimen untuk tamu. Meja rias terletak di sisi berseberangan dengan lemari mini bar. Saya benar-benar salut dengan konsistennya Ipienk House menghadirkan suasana kolonial. Design seluruh furnitur dipilih dengan sangat mewah, cantik dan detail. Bed side lamp dan wall lamp saja menggunakan untaian kristal nan mewah. Kamar ini kerap dipesan oleh pengantin-pengantin baru, sehingga sering disebut sebagai kamar honeymoon. Walaupun sendiri *bukan kode, namun beruntungnya saya bisa menikmati kamar ini.
Favorit untuk para pasangan
Favorit untuk para pasangan

Kamar tipe Splendour juga menjadi favorit para tamu karena memiliki pool access, ukurannya tak sebesar Magnificent namun tetap memiliki kursi malas. Jika di Magnificent banyak berunsur kristal, di kamar ini, ornamen lebih banyak berunsur metal.

Tipe Splendour
Tipe Splendour

Tipe Essence, Indulgence dan Pampered tidak memiliki kursi malas namun tepat diluar kamar terdapat sofa untuk berbincang sore hari atau menikmati afternoon tea, sebagai fasilitas untuk semua tamu Ipienk House.

Tipe Essence
Tipe Essence
Komplimen majalah
Komplimen majalah
Tipe Pampered
Tipe Pampered
Semua kamar dengan design berbeda
Semua kamar dengan design berbeda

Comfort dan Stylish lebih banyak diminati tamu-tamu backpacker luar negeri. Kamar ini menggunakan 1 kasur single dengan kamar mandi luar. Jangan menganggap remeh dulu, meskipun tipe kamar single dengan ukuran tak begitu besar, 2 kamar ini tetap ditata dengan sangat mewah dan apik. Servis yang diberikan pun tidak ada perbedaan, tetap bisa menikmati express check in dan late check out. Komplimen 2 potong laundry per hari, ala carte breakfast, afternoon tea dan airport transfer. Demi memanjakan tamu-tamunya, untuk tamu berjumlah kurang dari 4 orang penjemputan menggunakan Mercedez Benz.

Bon Appétit

Ruang makan Ipienk House terisi oleh 3 meja bundar berkapasitas 12 orang. Suasananya sungguh nyaman dengan alunan musik jazz dan gemericik air dari kolam renang. Meskipun Ipienk House terletak di tepi jalan Bausasran yang cukup ramai, namun ketenangan di sini dapat terjaga dengan baik.
Benar-benar di luar ekspektasi saya saat mencicipi sajian dari Ipienk House. Guesthouse yang identik dengan makanan sederhana dipatahkan oleh Ipienk House. Rasa dan penyajiannya benar-benar diracik dengan standar berkelas bintang 5. Menu sarapan ala carte, lokal atau western dapat dipilih oleh para tamu. Menu lokal berupa nasi goreng, mie goreng lengkap dengan telur dadar atau ceplok. Menu western disajikan dengan omelete atau scrambled egg, serta sosis dan roti tawar.
Menu lokal sarapan pagi
Menu lokal sarapan pagi
Menu western sarapan pagi
Menu western sarapan pagi
3 hari di Ipienk House, makan siang dan malam saya terasa seperti wisata kuliner. Menu lokal, menu asian dan western disajikan silih berganti. Menu appetizer, main course hingga dessert yang menggugah selera dan memanjakan mata.
Brokoli soup, potato soup hingga Chef salad with mayo sauce sebagai menu pembuka. Dan saya sangat yakin mayo yang digunakan adalah mayo buatan sendiri karena rasanya tidak semasam mayo biasanya. Ada selentingan rasa manis segar yang tidak saya temukan di Mayonaise lainnya. Yang menjadi favorit saya untuk menu pembuka adalah Brokoli soup. Chef dari Ipienk House berhasil menghilangkan rasa getir sayuran dari brokoli. Soupnya manis dan gurih. Selain itu ada Gado-gado gulung chef dengan tampilan yang brilian. Awalnya saya mengira ini adalah vietnamesse roll, nyatanya gado-gado yang disajikan dalam gulungan daun selada. Bumbu kacangnya pun nikmat dengan kekentalan yang sempurna.
Chef Salad with Mayonaise Sauce
Chef Salad with Mayonaise Sauce

 

Spaghetti carbonara, Chicken picatta, Butter latty chicken with butter rice and mushroom cream, Grilled beef steak dan Oxtail soup untuk menu utama. Favorit saya adalah Grilled beef steak with Damiglace sauce. Saya kurang pahan dengan sausnya, rasanya menyerupai blackpepper namun tidak terlalu pedas dan ada rasa manisnya. Dagingnya tidak overcooked sehingga sangat mudah untuk diiris. Oxtail soup khas Ipienk House juga patut diacungi jempol. Bukan sekedar soup berisikan tulang, namun daging dari buntutnya benar-benar tebal dan empuk berpadu dengan kuah yang segar.
Iced fruits Ipienk House, Apple caramelized, Burberry pudding with blueberry ice cream dan Chocolate richies cake sebagai menu penutup. Umumnya buah apel di Apple caramelized dimasak terlalu lama hingga apel terlalu lembek, di Ipienk House, buah apel masih crunchy saat digigit. Burberry puding memiliki rasa dan aroma berry yang kencang. Ice cream rasa blueberrynya pun tak kalah menyegarkan sebagai makanan penutup. Chocolate richies cake memiliki tingkat kematangan yang sangat baik. Bagian dalamnya kering namun lembut. Rasa coklatnya pun tidak terlalu manis.
Chocolate Richies Cake with Strawberry on Top
Chocolate Richies Cake with Strawberry on Top
Saat afternoon tea saya disajikan Mini sandwich dan Rujak ice cream Jogja. Beberapa kali saya mengunjungi Jogja tapi belum pernah dan sempat mencicip Rujak ice cream, akhirnya di Ipienk House lah saya bisa mencicipi sensasi rasa pedas, asam dari rujak yang berpadu dengan rasa manis dan dingin eskrim. Ditengah sore Jogja yang panas menyengat, rujak ice cream sangat cocok untuk melepas dahaga, rasanya saya ingin minta tambah berkali-kali *tapi malu :p
Rujak Icecream Jogja
Rujak Icecream Jogja
Mini Sandwich
Mini Sandwich
Teras luar untuk ruang merokok atau afternoon tea
Teras luar untuk ruang merokok atau afternoon tea
Ipienk House benar-benar mematahkan persepsi saya akan guest house yang sederhana. Selama ini saya menganggap guest house hanya identik dengan losmen, nyatanya Ipienk House memberikan pelayanan dan kenyamanan hotel berbintang namun kental dengan suasana homey. Ruang tengah yang menjadi pusat dari Ipienk House selain difungsikan sebagai ruang makan, terdapat juga ruang santai yang memiliki perpustakaan mini, ruang sembahyang hingga kolam renang untuk sekadar mendinginkan tubuh di tengah hangat suasana Jogja.
Mushala
Mushala

Catatan C4ME :
1. Ipienk House berjarak 15 menit jalan kaki dari Malioboro.
2. Ipienk House berjarak 20 menit berkendara dari Bandara Adi Sucipto.
3. Ipienk House memiliki jaringan di Batu-Malang dan akan segera beroperasi di Tawangmangu, Bogor dan Bali.

spot di Ipienk House
spot di Ipienk House

Ipienk House
Jalan Bausasran DN No 719-720
Jogjakarta
0274-549506
www.ipienkhouse.com
Instagram @ipienkhouse

About the author

Enterpreneur, Travel Blogger, Instagramer, Hotel & Resto Reviewer, Fuji Film User.
2 Responses

Leave a Reply