Berjibaku di Gunung Lembu Demi Melihat Waduk Jatiluhur

56

Pernah terpikir untuk menatap waduk Jatiluhur dari ketinggian? Selama ini memang tidak pernah terlintas ada dataran tinggi di sekitar waduk dengan pemandangan hampir 180 derajat. Nyatanya di sekitar waduk terdapat beberapa gunung yang bisa di daki dengan view langsung menghadap ke waduk Jatiluhur ini. Yang bisa kami petakan di sisi Purwakarta adalah Gunung Bongkok, Gunung Parang dan Gunung Lembu, ketiganya memiliki ketinggian rata-rata 700-1000 mdpl, hanya Lembu yang memiliki tingkat kesulitan paling mudah dan bisa di daki tanpa perlu keahlian khusus.

Gunung Lembu dengan ketinggian 780 mdpl dapat dikunjungi dengan mengambil rute keluar tol Ciganea-Purwakarta, belok kanan ke arah jalan raya Sindangkasih tinggal mengikuti jalan dan petunjuk yang ada sampai tiba di pos pelaporan di desa Panyindangan kecamatan Sukatani. Setelah mendaftarkan nama-nama pengunjung, diharapkan untuk membayar retribusi dengan sukarela.

Dan siksaan pun dimulai….

Hutan Bambu di awal pendakian Gunung Lembu
Hutan Bambu di awal pendakian
45 menit menanjak di awal pendakian Gunung Lembu
45 menit menanjak di awal pendakian

Melewati gapura, tanjakan dengan kemiringan 45 derajat menembus hutan bambu langsung menyambut kami. Tanjakan ini mampu membuat mental orang down di awal pendakian. Kurang lebih 25 menit perjalanan terus menanjak, terhitung 2 kali kami berhenti untuk mengambil napas. Setelah itu akan menemukan tanah lapang dengan gazebo di samping pohon jengkol. Katanya di tanah lapang ini sering digunakan oleh warga sekitar untuk menggembalakan sapi sehingga dari situlah muncul nama gunung Lembu.

Saran saya, pendakian Gunung Lembu akan lebih mudah di lakukan saat musim panas, menghindari tanjakan yang basah terkena hujan karena beratnya pasti akan 2 kali lipat.

Naik naik ke puncak Gunung Lembu
Naik naik ke puncak Gunung Lembu
Siapkan Mental dan Fisik ke Gunung Lembu
Siapkan Mental dan Fisik

Setelah melewati tanah lapang ini, tanjakan terus menanti kami, parahnya di tanjakan ke dua ini belum ada undakan-undakan, dengan tingkat kemiringan yang lebih dahsyat sehingga harus ekstra hati-hati agar tidak tergelincir. Di menit ke 40 salah satu teman kami menyerah dengan keadaan. Ya, selain fisik (minimal rutin berolahraga) mental pantang menyerah sangat dibutuhkan.

Area terbuka di Puncak Gunung Lembu
Area terbuka di Puncak Gunung Lembu
Panorama Waduk Jatiluhur dari Puncak Gunung Lembu
Panorama Waduk Jatiluhur dari Puncak Gunung Lembu

Tanjakan ke 2 ini berlangsung sekitar 25 menit lagi, setelah itu jalur datar menyambut dengan ditandai makam keramat Mbah Jongrang Kalipitung, disinilah puncak pertama dari Gunung Lembu. Dari sini perjalanan sudah lebih mudah tapi cukup menantang karena kami harus menyusur jalan setapak dengan jurang di kanan kiri. Di beberapa titik, batu-batu pijakan bahkan ada yang sudah ambrol dengan turunan curam hampir 90 derajat. Perjalanan menantang seperti ini akan terus menemani sampai bertemu di puncak kedua yang ditandai dengan makan keramat Mbah Raden Suryakencana.

Tanjakan curam menuju puncak Gunung Lembu
Tanjakan curam menuju puncak
Pemandangan di Puncak Gunung Lembu Purwakarta
Pemandangan di puncak

Selepas puncak 2 ini adalah area perkemahan, mudah saja menandainya dipastikan banyak kemah dan semilir bau kotoran manusia. Wajar saja karena di area ini tidak ada aliran sungai ataupun mata air jadi jalan satu-satunya adalah mengubur harta karunnya di gundukan daun.

area perkemahan di Gunung Lembu
area perkemahan yang minim sumber air

Tak jauh dari area perkemahan ini adalah puncak ke 3 alias puncak tertinggi di Gunung Lembu namun lokasi terbaik untuk menatap waduk Jatiluhur harus sedikit turun sekitar 10 menit dari puncak 3 menuju batu lembu. Tebing yang menjorok keluar ini seperti punuk Sapi sehingga dinamakan Batu Lembu. Walaupun cukup menyeramkan untuk berada dibibir tebing ini tapi rasanya kurang afdol jika kita tidak memacu sedikit adrenalin untuk memandang Jatiluhur dari bibir tebing.

Dari atas Batu Lembu
Dari atas Batu Lembu
Gunung Parang terlihat dari Batu Lembu
Gunung Parang terlihat dari Batu Lembu

Total jarak dari bawah menuju batu lembu adalah 2.1 Km Dengan waktu tempuh 2 jam. Kami cukup takjub ternyata kami bisa melampaui estimasi orang-orang yang memakan waktu 3 jam. Untuk kembali turun seharusnya lebih cepat, tapi karena kami mengambil rute memutar saat tiba di pos 1 (gazebo dengan pohon jengkol) ditambah kami menemukan spot untuk berfoto, jadilah 2 jam kami habiskan untuk turun.

Total turun naik kami habiskan waktu selama 4 jam dengan jarak tempuh 5.1 Km

Gunung Lembu di ketinggian 780 MDPL
Gunung Lembu di ketinggian 780 MDPL
Waduk Jatiluhur dan Kota Purwakarta
Waduk Jatiluhur dan Kota Purwakarta

Gunung Lembu, relatif mudah untuk yang biasa mendaki gunung. Untuk saya yang agak anti dengan tanjakan dan tangga memang agak sedikit menyulitkan di 40 menit pertama, tapi jika masih sering berolahraga, rasanya bukan halangan untuk bisa mencapai batu lembu. Mental pun harus yakin untuk bisa mencapai ke atas. Persiapan lainnya seperti bekal minum yang cukup, makanan ringan dan sunblock. Pakaian yang cukup nyaman, bisa melindungi dari terik matahari, semak belukar dan menyerap keringat. Lakukan stretching di awal, supaya terhindar dari kram, saya sempat mengalami sedikit kram di betis karena tanpa pemanansan langsung jalan menanjak selama 25 menit di awal.

Terakhir, karena masih ditemukan lokasi keramat, jagalah sikap dan kata-kata selama mendaki Gunung Lembu. Bagi yang berkemah, hati-hati saat membuang hajat agar tidak menganggu pengunjung lain yang melintas dan tidak mengusik “penunggu” Gunung Lembu.

Baca juga: Tempat wisata di Purwakarta yang lain

Waduk Jatiluhur dari ketinggian
Waduk Jatiluhur dari ketinggian
Spot camping di Gunung Lembu
Spot untuk camping

Siap Berjibaku dengan tanjakan di Gunung Lembu?

***

Gunung Lembu
Kampung Panunggal RT.006 RW 003Desa Panyindangan
Kecamatan Sukatani – Kabupaten purwakarta

CP: 0819 0933 2002

About the author

Enterpreneur, Travel Blogger, Instagramer, Hotel & Resto Reviewer, Fuji Film User.
56 Responses
  1. Gunung-gunung selalu memberikan kenyamanan mata tersendiri baik ketika menanjak atau mencapai puncak yaa.. Aku pernah nongkrong di Parang (di bawah doang sih) sambil menonton gunung Bongkok. Sudah lama nih nggak ke Jatiluhur lagii..

    1. Hai Mas Galih, kl dr terminal saran sy langsung carter angkot aja, krn memang tidak ada angkutan yg sampe ke pos lapor Gn Lembu. Kl bawa kendaraaan, arahkan ke arah sindangkasih, dari sini ikutin jalan utamanya aja terus, banyak juga petunjuk jalannya. Selamat mendaki 🙂

  2. Pekan depan minggu ke-2 Agustus mau coba kesana, bnyak petunjuk arah'y ya?
    Dari rumah ke terminal cuma 1 jam jdi mo coba bawa motor ksna….
    Klu punya info-info rute'y yg lebih detail mau dunk di share…
    Makasih ya

  3. Mba ika…
    Klau mau mah lewat pasar sukatani aja masuh ksanah….
    Lurus trus ikutin jalan aspal….
    Tat klau abis mentok baru belok kanan….

    Arah.a mah sama yng mau ke bongkok.
    Tar juga ada papan ptunjuknya

  4. Ajib kan gunung" di kmpung gue gan.,oh ya tgl 29 agstus nih ultah pwk …so yg mau liat keragaman nya dtng aja agan agan
    ..biar bisa nikmatin yg ajiiiib ….jgn mpe pade ktinggalan yee !!!

  5. nendenojan

    mantapp banget ka kemarin saya naik ber 3 sama temen saya itu juga cewe semua wkwk naik 2 jam tapi liat view di gunung lembuhnya wih mantap bgt terus sebelum nyampe pos 2 juga ada warung lagi disitu saya pese es teh manis dingin gila seger bgt wkwk

Leave a Reply