Saya sangat menghindari untuk mencari hotel di daerah Kuta. Bayangan Kuta yang macet dan bising selalu membuat saya sukses mematahkan keinginan teman-teman saya untuk bermalam di wilayah Kuta. Belum lagi, dalam pikiran saya, hotel-hotel yang berjajar rapi di pinggir pantai Kuta pastinya memiliki room rate selangit.
Kali ini saya dan teman-teman memang ke Bali tepat saat musim liburan usai dan di hari kerja. Jadi memang kondisi Bali tak seramai biasanya. Entah mengapa tiba-tiba teman-teman kembali mengajukan usulan untuk bermalam di wilayah Kuta. Karena kalah suara dengan alasan yang cukup mengena, akhirnya saya mengalah untuk bermalam di salah satu hotel yang posisinya tepat berada di depan pantai Kuta, Kutabex Hotel
LOBBY
Yang saya suka dari lobby Kutabex adalah banyaknya kursi, mungkin bisa dibilang semacam kursi malas karena ukurannya yang besar-besar dan empuk. Kutabex juga menyadari betul kondisi Kuta yang panas. Di beberapa sudut diberikan AC dan kipas angin tambahan agar suasana lobby lebih sejuk. Selain itu adanya mesin ATM persis di sebelah pintu masuk juga merupakan nilai lebih, setidaknya bagi saya. Di lokasi wisata tentunya keberadaan ATM sangat dibutuhkan dan tentunya faktor keamanan sangat menjadi perhatian. Keberadaan ATM di dalam lobby ini setidaknya membantu penghuni hotel untuk bertransaksi melalui ATM dengan nyaman dan aman.
|
| Lobby yang luas dan nyaman |
Meja resepsionis terletak hampir diujung lobby. Beberapa staffnya cukup sigap membantu sehingga proses check-in bisa berjalan cukup cepat (padahal saya berharap bisa menjajal kursi malas nan empuk :p)
ROOM
Saya cukup tercengang, walaupun Kutabex terlihat tidak begitu besar tampak dari bangunan luar, ternyata Kutabex memiliki banyak kamar. Saya sendiri mendapat kamar yang cukup jauh dari lobby. Seingat saya, saya harus 3 kali berbelok untuk sampai ke kamar saya :).
Kamar saya memiliki standar luas kamar hotel umumnya, sekitar 22 meter persegi. Memang Kutabex menyasar penghuni yang aktif berkegiatan di luar hotel, kamar dibuat senyaman mungkin tanpa ada furnitur-furnitur besar, kamar mandi pun dibuat simple. Meja kecil disudut ruang lebih difungsikan untuk meletakan barang-barang. Siapa pula yang ingin bekerja saat ada di Bali bukan? Yang menjadi favorit saya adalah peletakan taman di dalam kamar yang dibatasi dengan kaca seolah-olah berfungsi sebagai jendela. Kamar di Kutabex memang tidak berjendela, namun disiasati secara cerdas dengan penempatan taman sehingga terkesan tidak sumpek walaupun tanpa adanya jendela.
|
| Taman kecil di dalam kamar |
|
| Kutabex memiliki beberapa tipe kamar untuk dipilih |
|
| Guling kecil Kutabex Hotel |
|
| Ruang duduk di kamar tipe family |
KUTABEX BAR
Kutabex memiliki 2 restoran yang dibuka untuk umum. Salah satunya adalah Kutabex Bar yang terletak persis di depan Kutabex Hotel. Selain berfungsi sebagai restoran, Kutabex Bar memiliki
entertainment area berupa
pool table. 2 hari saya bermalam di Kutabex, menjelang sore meja-meja billiar ini selalu ramai digunakan oleh tamu hotel dan pengunjung luar hotel yang mayoritas turis asing. Selain itu setiap hari, Kutabex Bar menyajikan
live music dengan genre musik berbeda setiap harinya. Kabarnya malah salah satu band di sini punya lini massa yang cukup banyak dari turis-turis Australia.
Hal terbaik dari Kutabex Bar adalah saat saya ingin memesan makan siang. Terbelalak saya saat melihat harga-harga yang tercantum. Untuk main course di Kutabex Bar ada yang dibanderol dengan harga Rp 30.000-an. Dimana lagi bisa makan di hotel dengan harga setara foodcourt mall? Belum lagi paket-paket lunch yang ditawarkan juga berkisar antara 30.000-an sudah lengkap dengan minum.
|
| Minuman segar Kutabex Bar |
|
| Makan siang murah di Kutabex Bar |
THE SEVEN BAR
Terletak di rooftop Kutabex Hotel yang berfungsi sebagai area sarapan pagi untuk tamu-tamu hotel. Sarapan pagi yang disajikan cukup lengkap dengan menu lokal dan western. Menu lokal favorit saya adalah siomay. Siomaynya memang disajikan lengkap layaknya kita membeli siomay gerobak. Lengkap dengan tahu, sayuran kol, telur dan kentang. Untuk menu western yang menarik perhatian saya adalah saladnya. Untuk isi saladnya memang standar dengan sayur-sayuran segar namun dressing olive oilnya bisa kita racik sendiri sesuai selera.
|
| Sarapan pagi di The Seven Bar |
|
| Beragam pilihan menu sarapan pagi |
|
| Salad dengan dressing sesuai selera |
The Seven Bar juga melayani tamu luar hotel seperti halnya Kutabex Bar untuk sarapan, makan siang, kudapan sore dan makan malam. Harganya? tetap membuat saya menjadi semakin “gila” makan. Harganya super murah untuk resto sekelas hotel. Apalagi di The Seven Bar ini mempunyai pemandangan super indah langsung ke lepas pantai Kuta. Menjelang sore sambil menunggu matahari terbenam jangan lupa untuk menikmati kudapan sore dengan penyajian super lucu yang dibanderol dengan harga Rp 50.000,-, lengkap dengan sepoci teh atau kopi.
|
| Kudapan sore lengkap dengan teh atau kopi hanya Rp 50.000,- saja |
|
| Buka hingga pukul 11 malam |
Saya menghabiskan waktu cukup lama di The Seven Bar hingga tiba waktunya makan malam. Kadung nyaman dengan suasananya, saya memutuskan untuk memesan makan malam di sini. Favorit saya…pork belly :))). Tak afdol buat saya jika ke Bali tak mencicipi sajian “sapi kate”. Pork Belly ini porsinya luar biasa besar. Di grilled dengan menyisakan bagian lemak yang juicy. Belum lagi pork bacon nya yang crispy, sayangnya cuma 1 lembar, padahal saya ingin minta tambah :p
|
| Daging sapi dengan bumbu meresap |
|
| Bebek crispy luar biasa enak |
|
| Mocktail atau cocktail dengan harga sangat terjangkau |
Suasana di The Seven Bar semakin malam memang semakin mengasyikkan. Dengan banyaknya pengunjung saat matahari terbenam, semakin malam lambat laun pengunjung mulai berkurang. Ditemani angin pantai dan alunan musik DJ yang tidak memekakan telinga, berbincang-bincang di sini sangat menyenangkan. Memang bar ini akan tutup pukul 11 malam demi menjaga ketenangan hotel-hotel lain di sebelahnya. Saya justru mengacungi jempol atas tenggang rasa yang dilakukan oleh Kutabex. Tak hanya bermaksud mengeruk pundi-pundi tapi juga memperhatikan kenyamanan hotel sebelah.
|
| DJ di tepi kolam dengan musik asyik |
Saya yang sempat pesimis saat harus tinggal di daerah Kuta. Setelah merasakan bermalam di Kutabex Hotel, saya harus menghapus rasa pesimis. Bayangan akan hotel mahal yang berjajar di pinggir pantai Kuta, dipatahkan oleh Kutabex dengan rate harga yang ramah kantong. Belum lagi 2 restonya dengan harga yang sangat-sangat murah. Masalah kenyamanan dan ketenangan, saya dapatkan di The Seven Bar. Selepas pukul 7 malam, suasana di sini benar-benar menyenangkan. Alunan musik mampu meredam hiruk pikuk jalan raya Kuta di bawah sana.
|
| Langsung menghadap Pantai Kuta |
Catatan C4ME :
1. Kutabex Hotel terletak beberapa langkah dari Beachwalk
2. Kutabex menyediakan airport transfer dengan booking terlebih dahulu
3. Jangan lewatkan sunset indah di Pantai Kuta
Kutabex Beach Front Hotel
Jalan Raya Pantai Kuta, Banjar Pande Mas, Kuta, Bali 80361 – Indonesia
Phone no : +62-361-3007077
Whatsapp : +62-812-79790900
Instagram @kutabexhotel
6 thoughts on “Kutabex Hotel, Hotel di Tepi Pantai Kuta yang Ramah Kantong”
Suka banget view sunset, kolam renang, dan menunya. Bakal betah nih stay di sini.
Besok kl sekolah ada acara, nginep sini aja hihihi
Ah… Kalau ini bener bener keren juara view nya dekat dengan pantai kuta
Persis depan pantai kuta hehe
ini dekat banget dari beach walk kan hotelnya
Betul, jalan kaki sampe koq