Pantai Gunung Payung, Akankah Cantikmu Akan Abadi?

Tebing kapur telah dipangkas rapi, menyisakan selaksa serpih kecil yang masih terserak di sepanjang jalan yang meliuk di tengah pahatan tebing kapur. Kering, panas menyengat, kami merayap mencari bayang tebing kapur untuk melindungi kami dari sengat mentari. Deru debu menari di sekeliling setiap kami melangkahkan kaki, peluh membanjir padahal kami baru berjalan tak jauh dari pelataran parkir

3 atau 4 tahun kedepan mungkin tak ada lagi debu menyeruak menyesakkan paru-paru. Raksasa bermesin dengan cakar-cakar besi bertengger melandaikan bagian bergelombang. Entah penginapan, cafe atau toko souvenir yang nantinya akan bersemayam di sana menjual keelokan lepas pantai dari ketinggian. Sekilas pemandangan ini mengingatkan saya akan Pantai Pandawa beberapa tahun silam saat Pandawa masih giat bersolek.

Tebing Pantai Gunung Payung
Diantara tebing yang telah dipapas menuju Pantai Gunung Payung

Di ruas jalan terakhir tebing kapur tak lagi membentengi, hanya sisi kanan menyisakan bukaan lebar di sisi kiri. Sesak debu dihempas oleh aroma pantai. Semilir angin menerpa di kiri kami mengusap peluh yang membanjir di kening. Setengah perjalanan telah saya lewati sebelum menuruni ratusan anak tangga untuk tiba di tempat tujuan. Entah kenapa siang itu saya lebih bersemangat saat melihat ratusan anak tangga menembus hutan kecil yang bertengger di sisi tebing. Rasanya lebih menyejukkan saat bernaung di jalinan pepohonan yang menghalangi sinar mentari.

Baca juga: Air terjun Tegenungan, air terjun di dataran rendah Gianyar

Tangga menuju pantai Gunung Payung
Ratusan anak tangga menanti menuju Pantai Gunung Payung
Pemandangan pantai Gunung Payung
Pemandangan pantai Gunung Payung dari ketinggian

Sepasang keturunan Adam dan Hawa beringsut menjauh ketika menyadari kehadiran saya di anak tangga terakhir sebelum melesakkan kaki saya di permadani pasir putih. Tak terlihat jejak tertinggal di pasir sepanjang mata memandang. Pantai ini memang masih terbilang sepi. Menjauh di sisi kiri, 2 insan terlihat sedang tertawa mesra.

Sejoli ini hanya melempar senyum sejenak ke arah saya lalu melanjutkan kisah romantisnya. Sepi berlatar suara ombak dengan sapuan air laut biru kehijauan, semesta mendukung menaburkan romantisme di udara. Maafkan insan yang tengah menikmati aroma romantis, bukan maksud saya memecah romantisme yang tengah kalian hirup perlahan.

Baca juga: UbudOne Villas Bali, Ubud sesungguhnya

Pantai Gunung Payung masih sepi banget
Pantai Gunung Payung masih sepi banget

Tak ingin menganggu sepasang sejoli, saya terus melangkahkan kaki menjauh ke sisi kiri. Beruntungnya saya menemukan tebing dengan cerukan raksasa yang menghalau terik matahari. Kosong tak berhuni, saya mencoba menikmati aroma romantis. Menikmati ombak yang berkejaran hingga menyapu lembut jari-jari kaki, menatap gradasi air laut yang menyejukkan diiringi desau angin, rasanya romantisme telah saya temukan dalam damai.

Tebing di pantai gunung payung
Ceruk besar di sisi tebing yang memayungi dari terik matahari
Pantai Gunung Payung yang sepi
Temukan kedamaian di Pantai Gunung Payung

Pantai Gunung Payung, saya menemukan damai di sana bersama sepasang sejoli yang menemukan kisah romantismenya. Pantai Gunung Payung yang mulai bersolek berbenah diri. Semoga kecantikanmu nanti tak membutakan insan-insan serakah yang akan mengeksploitasi keelokanmu. Dimana lagi akan kami temukan kisah romantis saat permadani pasir putih telah dipenuhi jejak langkah? Dimana lagi kami temukan damai saat relung sepi telah dipenuhi barisan beton?

Pantai Gunung Payung, akankah cantik alami mu kan abadi?

 

Catatan C4ME :

  1. Pantai Gunung Payung terletak di desa Kutuh, Kabupaten Badung, dekat dengan lokasi Pantai Pandawa.
  2. Rute menuju Gunung Payung : Jalan Raya Uluwatu-Perempatan belok kiri ke arah Pantai Pandawa/Melasti (Jln Pura Batu Pageh)-Menuju jalan Nusa Dua Selatan-Di perempatan Pantai Pandawa mengambil jalan lurus hingga bertemu perempatan selanjutnya lalu berbelok ke kanan. Patokannya terdapat Pura Gunung Payung.
  3. Tidak ada tempat bilas di pantai ini.
Jalan-jalan Jeprat-jepret di Pantai Gunung Payung
Jalan-jalan Jeprat-jepret di Pantai Gunung Payung
About the author

Enterpreneur, Travel Blogger, Instagramer, Hotel & Resto Reviewer, Fuji Film User.
8 Responses
  1. eh, deket sama Pandawa ya.. kalo ke Pandawa udah pernah sih, cuma ga sampe main ke pantai-pantai tetangganya. yang sepi sepi gini nih yang enak. jadi kangen mantai di Bali euy! 😀

Leave a Reply