Excuse me, can you please take my picture here?
Entah karena melihat kami yang asyik mengambil gambar atau karena memang dari tadi ia hendak mengabadikan keindahan Pantai Tegalwangi namun tak tahu harus meminta kepada siapa.
Sore itu Pantai Tegalwangi memang tak terlalu ramai. Saya hanya bisa menerka, memang kalah pamor atau mungkin tak banyak yang tahu tentang keberadaan pantai di Jimbaran. Bayangan orang akan Jimbaran selalu melayang ke pantai ramai beraroma bakar-bakar makanan laut. Tak terbersit sedikitpun akan mendapatkan pantai sepi nan menawan.
Tak heran, pantai ini lebih banyak dikunjungi turis-turis asing, hanya segelintir yang tak dapat saya tebak apakah orang Indonesia, Singapura atau Jepang. Pun dengan wanita cantik yang menyapa saya tadi. Ia berasal dari dataran Eropa. Seorang diri menyambangi pulau dewata. Ia baru saja lulus kuliah, merayakan kebebasannya lepas dari barisan kata-kata terjilid rapi yang harus ia tekuni setiap hari. Menanti untuk merangsek dunia kerja yang membosankan.

Tubuhnya berbalut dua potong kain saja, memaparkan kulitnya yang mengilap diterpa surya. Tingginya bahkan melebihi saya. Kakinya jenjang melenggang anggun saat menghampiri kami. Ia ingin mengabadikan dirinya saat berendam di jacuzzi alami yang ada di Pantai Tegal wangi. Ya… salah satu keunikan pantai ini adalah terdapat cerukan-cerukan karang yang terisi air saat ombak menyapu pantai. Tak tajam namun di beberapa bagian berbalut rumput laut dan lumut sehingga agak licin.

Exactly like your friends did!
Teman-teman saya memang sudah lebih dahulu mencelupkan diri di jacuzzi Tegalwangi, menikmati hempasan ombak lembut di tubuh. Mereka kini harus bergantian dengan bule yang bahkan sayapun lupa menanyakan namanya siapa. Ia menyerahkan gawainya. Saya pun sempat meminta izin, apakah saya boleh mengabadikan fotonya menggunakan kamera saya.

What for? Tanyanya ramah
Saya menjelaskan untuk keperluan liputan blog. Berseloroh saya, liputan ini akan lebih indah jika menampilkan foto mu dibanding teman-teman saya. Ia tertawa renyah.
Let me check later, which photos are you going to use…deal??

Beberapa kali ia mengubah posisinya, meminta saya untuk terus menekan tombol kamera. Sejenak ia kembali menghampiri saya, rupanya ia tidak begitu nyaman dengan posenya yang menghadap frontal ke kamera.
Too sexy! seringainya.
Saya hanya bisa tertawa, rupanya wanita bule yang lebih liberal saja masih mengenal kata terlalu seksi. Saya pun menawarkan dirinya untuk menghapus foto-fotonya yang dianggap “too sexy” oleh nya.
Akhirnya sesi foto ia berakhir dengan satu foto dirinya rebah di atas pasir putih Pantai Tegalwangi ini. Berulang kali ia mengucap terima kasih, pun saya karena diperbolehkan mengunggah gambarnya di blog saya.

Sebelum beranjak pergi, kami sempat mengabadikan indahnya Tegalwangi dari ketinggian. Akses menuju Tegalwangi memang harus menuruni jalan setapak yang tersembunyi di sebelah Pura Tegalwangi. Pelatarannya berupa lapangan kecil berumput dan dipenuhi semak. Di beberapa titik bahkan dipenuhi kotoran sapi karena lapangan ini dijadikan tempat untuk menggembala sapi. Jika tak cukup awas menemukan jalan kecil di balik semak, mungkin berpikir bahwa pantai ini hanya bisa di akses dari Ayana Resort.

Bosan akan pantai-pantai ramai di Selatan Bali? Tegalwangi masih menyisakan sekeping pantai berpasir putih yang tak dipadati gelaran manusia yang memanggang dirinya di bawah terik matahari. Yang ada hanya “kubangan-kubangan” layaknya jacuzzi alami, laut jernih tak bertepi, senja menawan khas Bali dan tentunya bule cantik tinggi semampai.
Baca juga: Sukses leyeh-leyej di The Sintesa Jimbaran

***
Catatan C4ME:
- Tegalwangi terletak dekat dengan Ayana Resort.
- Tidak ada biaya masuk, hanya ada retribusi parkir
- Pantai ini menghadap persis ke arah barat sehingga sangat pas untuk berburu sunset.
- Jangan lupa untuk minta izin jika ingin memoto orang yang tidak kita kenal ?
12 thoughts on “Pantai Tegalwangi, Pantai Tersembunyi dan Bule Semampai”
Simbiosis mutualisme. Si mbak bule dapet fotografer, Kak Leo dapet model. Sering-sering tuh, buat variasi postingan.
Hahaha semoga ada bule2 lainnya yang mau jadi model gratisan
Ada yang kurang kak.
Seharusnya ikut foto bareng, yang ala ala berbaring di pasir ituloh.pasto keren.hehehe.
Hahaha malu lah mba, bulenya langsing, sayanya langsung
Aku malah belum pernah main ke pantai tegal wangi ini. wkwkwkwk
Mayan kak bob, sepi2 gimana gitu pantainya
Ah… Kalau pantainya sepi gini gak perlu pake antri buat mengabadikan lukisan alam nya mas… Keren
Mungkin jarang ada yg tau jadi sepi mas
Wah ternyata pantai-pantai di Bali emang kece-kece semua mas bro.
Pastinya hehehe apalagi masih sepi begini
Belum pernah ke sini, sih. Kalau ke Bali lagi pengen mampir 😀
sayangnya skrg ud ditutup mas