The Sanctoo Villa, Gianyar Bali

Rasa hangat merambat menyapu kaki, perlahan naik hingga memaksaku untuk membuka mata. Bukan hal biasa yang aku lihat pagi ini. Terlihat dari gorden yang tersingkap, langit yang tersipu malu pagi itu, terpapar semu merah di wajahnya. Air di kolam yang bergeming tepat di depan kamarku memantulkan sempurna wajah malu-malu sang langit. Gemericik air memanggil aku untuk beranjak walau rasanya masih berat untuk meninggalkan peraduan yang membuaiku semalaman. Sebelum melangkah keluar aku menyempatkan membaca selembar kertas terlipat rapi diatas sekeranjang buah segar yang tak sempat kusentuh kemarin.

Selamat Datang di The Sanctoo Villa….
Buah segar setiap harinya
Pagi di The Sanctoo

Pagi tak pernah semenakjubkan ini batinku. Dalam kenyamanan
aku bisa berada begitu dekat dengan nuansa alam. Di pinggir kolam aku terduduk,
mendengarkan gemericik air dan suara nyanyian burung di pagi hari. Pantulan
mentari di permukaan kolam mulai menghangatkan seisi kolam menggodaku untuk
membenamkan diri.  

Ruang kamar berdinding kaca
Tempat tidur yang luas dan nyaman
Tipe kamar river view
Sempurna…air yang hangat ditemani kicau burung dan
kehangatan mentari yang kini sudah menyeruak sepenuhnya menerangi peraduan.
Dinding kaca hampir menyelimuti keseluruhan bangunan kamar The Sanctoo, hangat
saat mentari meninggi, romantis saat mentari beranjak pulang. Masih ingat
semalam saat lelah seharian, The Sanctoo menyambut dengan barisan lilin di
pinggir kolam dan santap malam yang membuat lidah menari di bawah langit malam
Bali.
Romantis dengan cahaya lilin
Santap malam di bawah langit Bali bermandi cahaya lilin

Bathtub di dalam kamar mandi terlihat
melambai mengundangku untuk menghapus penat sebelum menuju peraduan. Setelah
kristal garam dan busa mandi melebur, kubenamkan diri di dalamnya. Pintu kaca
kubuka lebar hingga langit malam, kolam temaram dan barisan lilin yang kini
hampir padam dilahap api dapat terlihat jelas dari tempatku terbenam. 
Kamar mandi yang luas
Bathtub dengan area shower terpisah

Walkin closet sebelum area kamar mandi
Bukaan lapang berkesan luas

Terik mentari menyengat meleburkan suasana indah
semalam. Hampir menjelang tengah hari saatku tersadar dan mencari sejuk di
dalam kamar The Sanctoo. Siraman air dingin kembali menyejukan raga untuk
kembali meresapi indah dan ketenangan di The Sanctoo. Kuputuskan untuk
berkeliling di lorong-lorong hijau yang memisahkan 12 villa di The Sanctoo.
Bukit menghijau yang tampak pertama saat aku melewati 12 deret bangunan villa. Sebuah
jembatan menjadi penghubung antara villa dengan bangunan spa dan restoran yang
langsung menghadap area berbukit. 
 

Selasar hijau The Sanctoo
Jembatan penghubung area resto dan spa dengan area villa

Gemerisik beradu saat aku menerobos pekatnya barisan ilalang.
Terik memang tapi hembusan angin segar mampu membuatku mengindahkan panasnya
mentari. Dipuncak bukit berdiri pura kecil yang menantang terik, wujudnya
justru menampilkan siluet indah tepat di puncak bukit ilalang. Saat ku beranjak
pulang, deretan villa The Sanctoo seperti menyemangatiku untuk segera menuruni
bukit sebelum senja bergulir dan gelap meraja.
Pura kecil di atas bukit
View The Sanctoo Villa

Resto yang menyatu dengan alam

Sebelum kembali ke peraduan, kuputuskan untuk singgah di
bangunan spa yang kini berpendar hangat di tengah gelap. Ada yang berbeda
dengan Spa di The Sanctoo, suasana dan suara alam yang tersaji adalah benar
adanya. Bukan sekadar alunan musik dari kotak pengeras suara ataupun lukisan
pemandangan yang tergantung di dinding. Ruang spa ku berhadapan langsung dengan
air terjun yang nampak indah berlatarkan bangunan villa dengan kelip lampunya
yang mulai menyala. Gemuruh air terjun, harum aroma jasmine dan pijatan lembut
sang terapis mengantarku terbuai hingga akhirnya tepukan ringan membangunkan. 

The Sanctoo Spa & Wellness
Suasana spa yang sangat alami

Sahut menyahut bunyi penghuni malam, entah jenis serangga apa
yang terus bernanyi mengiringi kembaliku ke peraduan. Gorden-gorden masih
terbuka lebar saat aku tiba di kamar. Cahaya rembulan dan lampu temaram dari
kolam renang di depan kamarku menciptakan bayang-bayang panjang yang seakan tak
sabar untuk naik ke peraduan. Kusisakan sedikit gorden terbuka agar aku masih
bisa melihat rembulan menggantung di sana, berharap esok pagi, hangat kembali menyelinap
masuk menyapaku di The Sanctoo Villa

Luxury Villa

Catatan C4ME :
– The Sanctoo terletak agak jauh dari minimarket, untuk efisiensi baiknya membeli keperluan pribadi sebelum tiba di The Sanctoo
–  Terdapat Buggy (golf car) untuk mengantar tamu hotel berkeliling di area hotel
–  Breakfast ala carte (menu pilihan asian dan western) yang dapat disajikan langsung di kamar
– Tamu hotel mendapatkan discount untuk mengunjungi Bali Zoo yang terletak berseberangan dengan The Sanctoo
 

Jalan-Jalan Jeprat-Jepret

THE SANCTOO VILLA
Jalan Raya Singapadu, Banjar Seseh, Gianyar
Ubud Selatan-Bali
Telepon: +62 361 4711222
Fax : +62 361 4711023
website: www.thesanctoovilla.com
Instagram : thesanctoo

About the author

Enterpreneur, Travel Blogger, Instagramer, Hotel & Resto Reviewer, Fuji Film User.
4 Responses

Leave a Reply